Dalam modul visi guru penggerak tentang
paradigma Inkuiri Apresiatif ini kita bisa menggali nilai-nilai positif baik
untuk menerapkan visi sekolah yang berbasis pada kekuatan, budaya positif yang
telah ada disekolah kemudian dikembangkan menjadi visi sekolah yang menuju
kepada murid merdeka.
Inkuiri Apresiatif adalah sebagai
pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis perubahan,
sebagai salah satu model manajemen perubahan dan mencoba menerapkannya melalui
tahapan dalam Inkuiri Apresiatif yang disebut dengan BAGJA (Buat
Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi
Berbicara tentang kekuatan dan hal
positif, paradigma Inkuiri Apresiatif juga sejalan dengan pernyataan
Ki Hajar Dewantara bahwa anak anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya
sendiri baik kodrat alam maupun kodrat zaman.
Pendekatan paradigma Inkuiri Apresiatif sejatinya adalah menggali
potensi setiap anak sesuai dengan kodratnya masing masing. Jadi paradigma ini
bisa menjadi salah satu metode untuk mencapai visi yang sesuai dengan visi Ki
Hajar Dewantara.
Melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif
dengan tahapan BAGJA maka peran penting guru dalam mewujudkan “murid merdeka”
yaitu :
1. Menerapkan
pembelajaran yang berpihak pada murid
2. Menggali
potensi pada diri murid baik (bakat,minat,cara belajar dan lain-lain) dan lain
lain sesuai dengan kodrat zaman (perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
zaman itu)
3. Menciptakan
suasana kelas yang menyenangkan dan bermakna
4. Menumbuhkan
motivasi intrinsik siswa
Setelah mengetahui peran kita sebagai
guru maka kita bisa mengambil langkah konkret dalam menerapkan pendekatan IA
model BAGJA ini antara lain:
1.
Memahami
kekuatan-kekuatan positif sekolah yang sudah ada
2.
Menyusun
visi sekolah sesuai dengaan pendekatan Inkuiri Apresiatif
3. Menginventarisir
kendala yang muncul dan mencari solusi secara bersama sama dan mengedepankan
musyawarah
4. Bekerja
sama dengan antar pemangku kepentingan, dan melakukan perannya masing-masing
dengan baik
Dengan mengetahui kekuatan/ potensi diri, pentingnya pemetaan,
dan komponen-komponen yang perlu ada maka kita dapat mencapai visi diri dan
visi sekolah untuk mewujudkan perubahan budaya positif.
SALAM CALON GURU PENGGERAK

Tidak ada komentar:
Posting Komentar