- Poster Budaya Positif
- Proses menciptakan Budaya Positif bersama dengan kelompok CGP
A. Latar Belakang
Tahun Ajaran baru adalah awal
yang baik dan kesempatan yang tepat untuk meneruskan dan membangun kebiasaan
baru yang belum pernah/sempat dilakukan sebagai bagian dari refleksi bersama pada
tahun ajaran sebelumya.
Budaya positif di sekolah menjadi
tempat bagi guru, murid, serta seluruh warga sekolah untuk merasakan atmosfer
positif yang membangun dan memperkuat karakter bagi sekolah tersebut agar
selaras dengan visi sekolah.
Salah
satu contoh penerapan budaya positif yang bisa dikembangkan di sekolah adalah dengan
pembuatan kesepakatan kelas oleh wali kelas, yang bertujuan untuk menumbuhkan
tanggung jawab dan kepedulian siswa di kelas. Kesepakatan kelas adalah potret yang
lebih mengedepankan peran aktif siswa sebagai subjek pendidikan, sehingga
setiap pendapat siswa perlu dihargai. Melalui kesepakatan kelas, anak-anak
sekaligus belajar tentang nilai-nilai demokrasi, serta pentingnya bertanggung
jawab terhadap kesepakatan yang mereka buat sendiri sehingga kesepakatan yang
dibuat dapat menampung aspirasi antarsiswa.
Kolaboratif antara siswa dan guru
untuk saling bertukar ide positif dan membangun sebagai dasar landasan peraturan
di kelas. Konsekuensi yang ditimbulkan
menjadi bagian kesepakatan yang harus diikuti. Apabila kesepakatan ini dijalankan, maka budaya
positif akan nampak nyata terlihat dalam diri siswa dan guru. Kesepakatan kelas
yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas.
Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan merdeka
belajar.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun kesepakatan
kelas adalah dengan cara menginformasikan di Group WhatsApp (WA) kelas dengan akan
diadakannya kesepakatan kelas mengingat sekarang dalam kondisi pandemi Covid-19,
sehingga untuk proses pembuatan kesepakatan kelas dengan menggunakan media
Google Meet. Setelah peserta didik
diinformasikan dan diberi arahan mengenai tujuan dibuat kesepakatan kelas,
mereka bergabung di Google Meet dan diberi kebebasan untuk berargumentasi
menyampaikan pendapatnya akan apa yang akan menjadi kesepakatan kelas
berdasarkan prinsip kesepakatan kelas, yaitu:
a.
Melibatkan semua pihak
Kelebihan
dari kesepakatan adalah sifat kepemilikannya. Saat semua pihak terlibat,
tanggung jawab didorong dari dalam diri. Pastikan siswa/anak memahami tujuan
dibuatnya kesepakatan, yaitu panduan berperilaku baik dalam keseharian, baik di
dunia online maupun offline.
b.
Memuat nilai yang
dianggap penting
Pastikan
siswa/anak paham bahwa dunia online dan dunia offline adalah
dunia yang sama-sama memerlukan etika yang baik. Semua hal yang tidak pantas
dilakukan di dunia offline juga tidak pantas dilakukan di
dunia online.
c.
Dipahami oleh semua
pihak
Pastikan
semua pihak mendapatkan kesempatan untuk merespons dan berperan aktif dalam
pembuatan kesepakatan. Hindari pembuatan kesepakatan sekadar untuk mendapatkan
persetujuan.
d.
Singkat
Agar
mudah diingat dan efektif dalam pelaksanaannya, kesepakatan dibuat singkat.
e.
Dibuat tertulis dan
mudah diakses sewaktu-waktu
Letakkan
di tempat yang mudah dilihat, seperti di dinding kelas, di depan pintu kamar,
di folder media pada grup chat. Bantuan visual
atau berupa poster dapat memudahkan untuk mengingat dan lebih menarik untuk
dibaca.
f.
Memuat konsekuensi atas
pelanggaran
Sebelum
menentukan sebuah konsekuensi, lihat situasinya apakah pelanggaran tersebut
memerlukan konsekuensi tambahan, seperti: penarikan gawai dari siswa/anak untuk
sementara waktu. Hindari konsekuensi yang bersifat “hukuman”, misalnya:
melibatkan fisik atau tidak menjaga harga diri siswa/anak. Hukuman tidak
memberikan pengalaman belajar yang baik.
g.
Evaluasi berkala
Seiring
tahap perkembangan anak dan perubahan situasi, diperlukan evaluasi atas
kesepakatan. Karena adanya kebutuhan yang bertambah/berkurang, evaluasi atas
kesepakatan pun secara berkala mutlak dilakukan. Hal ini penting disebutkan di
awal saat membuat kesepakatan agar semua pihak dapat berperan aktif seiring
berjalannya penerapan kesepakatan.
C. Hasil Aksi Nyata
Hasil
aksi nyata yang didapat adalah dengan adanya kesepakatan kelas yang telah
disetujui oleh wali kelas dan peserta didik kelas VIII C SMP Xaverius 2 Bandar Lampung.
D. Pembelajaran yang
didapat
Pembelajaran
yang didapat dengan membuat kesepakatan kelas adalah
1. Saling menghargai saat teman
menyampaikan argumentasi
2. Saling mendukung dan
menguatkan
3. Terjalin komunikasi yang
efektif
4. Tercipta demokrasi di
kelas
5. Tercipta kesepakatan Bersama
E. Rencana Perbaikan
Rencana
perbaikan yang akan dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi yang relevan saat
ini, sehingga kesepakatan tersebut dapat direvisi sesuai kebutuhan.
F. Dokumentasi proses dan hasil
a. Proses membuat kesepakatan kelas dengan menggunakan Google Meet
- b. Hasil kesepakatan kelas









